Kamis, 18 Februari 2016

Pengalaman Hidup

Standard

           
            Manusia tidaklah lepas dari pengalaman, baik itu pengalaman menyenangkan maupun pengalaman yang tidak menyenangkan. Berikut ini saya akan menuliskan sebuah pengalaman yang manan menjadi suatu pengalaman yang merubah pandangan hidup penulis sehingga bisa berada ditempat ini dan pencapaianya saat ini. Ada 5 pengalaman yang akan saya sharingkan saat ini pengalaman pertama
Saya adalah tipe orang yang minder dan sangatlah tertutup sebab saya pernah mengalami traumatik pada saat kecil dimana saya pernah bercerita kepada orang yang dipercaya akan tetapi rahasia itu bocor, sehingga saat itu saat sudah tidak pernah percaya lagi kepada orang karena, yang ada dipikiran saya saat itu adalah malu dan semua orang itu  jahat. Sehingga saya cenderung menjadi orang yang tidak suka berbicara kepada orang lain.
            Pengalaman ini terjadi karena ada faktor sahabat-sahabat saya yang merubah hidup saya. Saya dipilih menjadi ketua makrab. Awalnya kita ingin membuat acara baksos di rumah sakit untuk memperingati kegiatan natal, akan tetapi karena kurangnya waktu acara batal dan acara diubah, saya langsung dipilih jadi ketua acara dan saya harus pidato dan banyak bicara dengan bebrapa guru untuk konsultasi. Mengambil alih kegiatan ini merubah hidup saya menjadi pribadi yang percaya diri karena acaranya sukses dan banyak teman yang bilang pencapaian yang hebat.
            Pengalaman kedua adalah saya ingin bercerita mengenai kehidupan saya yang mana membuat saya belajar mandiri. Kejadiannya saat saya masih kelas 1 SMA dimana waktu itu mendekati penjurusan untuk masuk IPA ataupun IPS. Saya sejak SMP sangatlah minat masuk IPA dan saya sangatlah menggemari belajar biologi dan kimia, tetapi waktu SMA saya menemui guru fisika yang sangatlah tidak mengenakan yang mana membuat saya menjadi lemah dinilai Fisika, dari situ saya waktu itu menyalahkan orang tua saya karena tidak mendukung saya untuk ikut bimbel dan tidak pernah mendukung belajar saya, malah terkesan cuma memberi nasihat yang mana tidak pernah saya dengarkan, hingga suatu saat ulangan tengah semester fisika saya terjelek dan waktu itu saya marah kepada ibu saya dan ibu saya menangis, disitu saya merasa menjadi orang paling durhaka didunia dan menyesali perbuatan saya, walaupun tidak masuk IPA pada akhirnya, saya belajar bahwa saya bisa tanpa bimbel, memang benar nilai saya lumayan stelah itu karena saya terus memacu diri untuk belajar, dan saya juga berjualan kecil-kecilan untuk menambah uang saku.
            Pengalaman ketiga, saya akan menceritakan pengalaman  yang mana mungkin sudah tidak asing, yaitu mencontek. Kejadiannya sama saat saya masih kelas 1 SMA dimana waktu itu ulangan tengah semester, waktu itu malamnya saya fokus belajar pendidikan kewarganegaraan karena saya sangat lemah pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan terkesan menyepelekan pelajaran biologi. Pada hari H semuanya buyar dan saya tidak bisamengerjakan ulangan Biologi, dan saya minta jawaban kepada teman, mungkin saat itu tidak ketahuan akan tetapi keesokan hari nya saya dipanggil guru dan dinasehati, saya sungguh malu saat itu sehingga pengalaman itu memberi saya 2 pelajaran bahwa jangan pernah mencontek dan jangan pernah menyepelekan suatu mata pelajaran.
            Pengalaman Keempat, pengalaman yang mana merubah pandangan saya terhadap sekitar, karena menumbuhkan rasa kepedulian saya terhadap sekitar, pengalaman ini saya dapatkan waktu itu ketika saudara saya sedang mencari kerja, dimana dia sedang menunggu pengumuman hasil wawancara kerja. Dia mengajak saya pergi keluar untuk mencari makan, akan tetapi anehnya waktu itu saudara membungkus nasi yang lebih banyak dari jumlah kami, saya tidak berfikir panjang waktu itu, akan tetapi ternyata dia meminta saya untuk membagikan makanan itu kepada pengemis dan disitu entah mengapa saya merasa bahagia bisa berbagi kepada sesama, dan masalah berbagi ini sekarang menjadi kebiasaaan buat saya yang terus saya lakukan.

            Pengalaman kelima ini saya dapatkan ketika saya Memasuki dunia kuliah dan mulai menekuni lagi Ilmu bela diri Merpati putih, guru saya membuka wawasan saya saat itu bahwa Ilmu Merpati putih mengajarkan kita bahwa musuh terbesar kita adalah diri sendiri, karena sebagian orang yang sudah mampu mengendalikan ilmu biasanya akan lupa akan sesama dan diri, oleh sebab itu untuk mengendalikan ilmu merpati putih kita harus mengendalikan diri dari hawa nafsu dan mulai menata hidup dan selalu dekat yang maha kuasa.

0 komentar:

Posting Komentar