Senin, 29 Februari 2016

Hubungan Psikologi dan Pengembangan Diri

Standard
Psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku manusia dan hewan yang termasuk didalamnya aplikasi ilmu ini untuk masalah manusia. Bicara sejarah pada awal kemunculannya dalam psikologi ,hewan digunakan untuk memahami tingkah laku manusia, karena sebagian pakar psikologi berpendapat bahwa terdapat berbagai kesamaan antara tingkah laku hewan dan manusia, walaupun pada akhirnya lambat laun ditinggalkan karena mendapat banyak pertentangan. Walaupun penggunaan hewan dilakukan dengan berbagai pertimbangan, yaitu antara lain menyangkut keselamatan dan kenyamanan manusia sebagai subject dari penelitian akan tetapi mendapat banyak pertentangan yang mana sebagai gantinya berbagai pendekatan eksperimen yang menggunakan manusia mulai banyak digunakan.
            Wade & Travis mendefinisikan psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada tingkah laku dan mental serta bagaimana mereka dipengaruhi oleh keadaan fisik, kondisi mental, dan lingkungan eksternal. Intinya, Pada dasarnya psikologi merupakan ilmu yang mempelajari diri kita sendiri, sehingga memberikan banyak manfaat bagi kita pribadi. Karena, psikologi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku orang lain, sehingga nilai-nilai kebaikan yang terdapat pada orang lain dapat dirumuskan didalam diri kita sendiri yang pada akhirnya mendorong individu untuk mampu ‘mendidik’ dirinya sendiri. Salah satu metode untuk mengembangkan diri dengan cara mengajari diri sendiri hal-hal yang baik, melakukan pengajaran secara sengaja bagi diri sendiri untuk mencapai optimalisasi potensi yang ada dalam diri kita. Sebagai sebuah ilmu psikologi memiliki beberapa bidang kajian atau lahan kerja. Morgan dan kawan-kawan membaginya sebagai berikut:
  • ·         Psikologi Klinis
  • ·         Psikologi Konseling
  • ·         Psikologi Pendidikan dan Sekolah
  • ·         Psikologi Eksperimen dan Fisiologi
  • ·         Psikologi Sosial
  • ·         Psikologi Perkembangan
  • ·         Psikologi Komunitas
Social worker adalah profesi yang mana bekerja untuk memberdayakan orang lain atau bisa dikatakan membantu orang lain untuk memberdayakan dirinya sendiri (Help people to help them self). Maka dari itu, sebelum kita memberdayakan orang lain, kita harus dapat menjadi orang yang berdaya ( empowered people) yang identik dengan positif thinking, positif felling, proactive thinking, strength based, powerful subjek, dsb. Bagaimana caranya? Yaitu dengan belajar ilmu psikologi sebab ilmu psikologi untuk Ilmu Kesejahteraan Sosial adalah ilmu dasar yang harus dimiliki untuk mendukung profesi social worker. Lain dari itu dimana pengembangan diri ini memiliki makna proses atau aktivitas yang mengajari individu atau diri sendiri ke arah hal-hal yang lebih baik, sehingga mendorong kita untuk bertindak dengan tepat dan bijaksana.
Sebagaimana dengan judulnya, psikologi untuk pengembangan diri berarti ilmu yang digunakan untuk terus meningkatkan kapabilitas diri sendiri lalu bagaimana untuk mengoptimalkan segala potensi diri kita? Dengan belajar psikologi kita juga dapat melakukan introspeksi diri dan aktualisasi  diri menjadi lebih baik. Karena tidak mungkin kita sebagai seorang pekerja sosial melakukan optimalisasi terhadap klien sedangkan diri kita masih dalam keadaan yang tetap tanpa ada pengembangan diri dan optimalisasi diri ke arah yang lebih baik. Oleh sebab itu dengan belajar psikologi setiap individu memiliki daya pikir yang positif dan memiliki dorongan untuk melakukan hal-hal yang positif sehingga optimal dalam menjalankan fungsi-fungsinya, baik fungsi sebagai manusia utuh kedalam diri sendiri, kedalam optimalisasi potensi internalnya, dan ke lingkungan sekitarnya. Berikut pembagian dari keberfungsian:
·         Keberfungsian intrapresonal: mengacu pada hubungan spiritual antara makhluk dengan Sang pencipta. Mereka yang tidak optimal pada tahap ini memiliki ciri  menganggap bahwa kehidupannya ini miliknya sendiri, sehingga mereka berbuat sekehendaknya tanpa ada pemikiran bahwa batas tingkah laku sebenarnya sudah ada yang memegangnya.
·         Keberfungsian interpersonal; hubungan antara manusia dengan manusia. Mengacu pada bagaimana individu bersosialisasi dan berinteraksi dengan optimal, mampu membawa kebahagiaan lawan bicara, menjalin persahabatan dan membangun hubungan yang saling menguntungkan. 

Dalam menjalankan hidup di dunia ini kita sebagai manusia dapat mengembangkan dirinya sesuai dengan potensi dan kemampuannya. Hal itu tergantung dari sejauh mana individu tersebut dapat memahami dunia dalam hidupnya. Mencoba memahami dunia dan lingkungan tempat kita tinggal maka, kita diajak untuk memahami diri kita sendiri serta memberfungsikan fungsi evaluasi terhadap diri kita sendiri. Hidup di dunia ini adalah cerminan dari tindakan kita yang kita lakukan. Apabila kita ingin sesuatu yang lebih baik maka tanamkan sesuatu yang positif dlam hati kita dan bertindak sesuai dengan jalan dan norma yang benar. Hal ini sesuai dengan prinsip “gema” karena gema akan mengembalikan apa yang kita teriakan  dan hal tersebut sama tanpa ada beda.
Diakhir tulisan penulis ingin menggaris bawahi mengenai pentingnya psikologi pengembangan diri itu. Di dunia ini kita mengenal hitam dan putih, diibaratkan putih adalah kehidupan yang indah dan hitam adalah kehidpuan suram dan pilihan kita dalam hidup akan mengarahkan kita kedalam salah satu diantaranya. Orang yang telah mengenali dirinya sendiri dan memilih menjadi pribadi yang dengan positif thinking, positif felling, proactive thinking, strength based, dan powerful subjek adalah mereka yang saat ini kita lihat sedang menikmati kehidupan mereka yang sukses, tetapi orang yang memilih sebaliknya adalah mereka yang kelaparan diluar sana dan tidak memiliki tempat tinggal. Tetapi sebagai orang yang telah mempelajari psikologi pengembangan diri dan mampu mengoptimalkan keberfungsian intrapersonal dan interpersonal kita harusnya sudah memiliki pilihan untuk menjadi empowered people (orang yang berdaya) dia sukses akan karirnya sebab dia juga sukses memberdayakan dirinya dan orang lain.

Bonaventura Andhikaputra – Kesejahteraan Sosial Fisip Unpad (2015)

#PsikologiUntukPekerjaanSosial

Minggu, 28 Februari 2016

Budaya Lokal dari Rakyat Untuk Rakyat dan Merupakan Pelayanan sosial

Standard



                Sudah menjadi kegiatan rutin bulanan di desa saya kegiatan kerja bakti saluran air yang berpusat di mata air dari gunung merapi. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kaum bapak-bapak tiap bulannya untuk melancarkan air di desa saya dan kegiatan ini di biayai oleh iuran wajib anggota perkumpulan petani yang menamakan diri mereka "Kelompok Tani". Kegiatan ini sudah terjadwal sejak dulu, diadakan pada satu hari secara rutin sekali sebulan dan sehari sebelum kegiatan kepala dusun akan menginformasikan kepada warga. Mengapa kegiatan ini saya katakan layanan sosial karena kegiatan ini memberikan manfaat kesejahteraan bagi warga yang mana kegiatan ini dilaksanakan dari warga untuk warga. Di desa saya air ini menjadi sumber penghidupan, sebab mayoritas warganya petani yang memerlukan air untuk mengairi sawah mereka dan kegiatan peternakan.

Senin, 22 Februari 2016

Psikologi Untuk Pekerjaan Sosial

Standard

Psikologi merupakan ilmu yang sangat berguna bagi kehidupan manusia dibumi, banyak profesi di dunia ini yang mana menggunakan ilmu psikologi sebagai salah satu sarana penunjang pekerjaan mereka. Dalam pengertian psikologi secara umum menyebutkan bahwa psikologi itu merupakan suatu bidang ilmu. kenapa psikologi itu merupakan suatu bidang ilmu? Hal itu karena Psikologi telah memenuhi syarat sebagai suatu ilmu. Psikologi itu tersusun secara sistematis sehingga ada yang disebut dengan Psikologi Teoritis, Psikologi umum, Psikologi Khusus dan Psikologi praktis. Banyak kasus nasional belakangan ini yang menjadikan ilmu psikologi menjadi suatu yang fenomenal, seperti kasus terbunuhnya wayan mirna akibat sianida yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri, sering kita dengar istilah- istilah seperti kepribadian ganda, Psikopat, atau bahkan mengenai isu LGBT ada dalam kasus ini. Semua istilah itu merupakan istilah-istilah yang digunakan oleh para psikolog (profesi dari orang yang mempelajari ilmu psikologi) didalam ilmu psikologi, untuk mengklasifikasikan manusia kedalam beberapa kelompok besar.
 Lalu apa itu psikologi? Hery Wibowo dalam bukunya menyebutkan bahwa Psikologi merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan proses mental yang melatarbelakanginya. Maka dari itu , orang yang mempelajari Psikologi dia akan mampu mengenal, mempelajari dan memahami dirinya sendiri dan orang lain. selain hal itu juga, menurut Wade dan Tavris (2003) dalam Hery Wibowo(2010) seseorang yang mempelajari psikologi akan mendapatkan manfaat seperti :  membuat kita menjadi orang yang lebih terinformasi atau berwawasan, memuaskan rasa ingin tahu kita tentang ( misteri) kehidupan manusia, menolong kita meningkatkan kendali terhadap kehidupan kita, membantu kita dalam meningkatkan kinerja dalam pekerjaan , memberikan masukan atau inspirasi mengenai isu-isu politik dan ilmu sosial. Kita ketahui kunci dalam meraih kesuksesan itu ada didalam diri kita sendiri, maka dari itu penting bagi kita mengenali diri kita sendiri dan dengan psikologi inilah salah satu langkah kita mengenali  diri sendiri.
Syarat syarat ilmu psikologi
1.Sistematis = teoritis (dari umum ke khusus), dalam rangkaian sebab akibat,
2.Universal = artinya dapat berlaku untuk semua,
3.Metode = 
A. Eksperimental= ada kondisi yang direkayasa
B. Non Eksperimental = Observasi,studi kasus,dan survei
4.Object = Materiil
Karena seorang pekerja sosial tidak boleh menjudgemental kliennya begitu saja dan harus melalui proses asessment yang baik, maka Mempelajari dan memahami Psikologi merupakan suatu hal yang penting bagi seorang pekerja sosial. Karena Psikologi mengajarkan tentang memahami perilaku manusia. Proses mental dan bagaimana mereka dipengaruhi oleh keadaan fisik , kondisi mental dan lingkungan eksternal. Sehingga seorang pekerja sosial akan mudah untuk memahami kliennya dan latar belakang dari masalahnya yang tentunya dengan memperhatikan lingkungan internal dan eksternal kliennya dalam proses pemecahan masalah. Dalam Psikologi terdapat empat daya belajar yang harus dipahami dan dimengerti oleh seorang pekerja sosial yaitu :
Observasi, pekerja sosial harus mengamati dan memahami latar belakang masalahnya dan apapun yang berkaitan dengan kliennya. Agar mendapatan segala informasi yang diperlukan dalam proses pemechan masalah. Dalam observasi ini seorang pekerja sosial tidak bisa sembarangan melakukan pengamatan, sebab kita harus menjamin keakuratan data dan data yang akurat diperoleh dari sumber yang tercercaya.
Dialog, suatu sarana yang digunakan oleh profesi pekerja sosial dalam membangun relasi pertolongan dengan kliennya. seorang pekerja sosial harus mampu membangun dialog atau komunikasi dengan baik dengan kliennya agar klien dapat mengutarakan permasalahan dengan nyaman sehingga peksos dapat mengambil keputusan yang tepat sebab data yang didapat tepat.
Introspeksi, yang berarti baik itu seorang pekerja sosial maupun seorang klien harus melakukan introspeksi diri. Seorang pekerja sosial harus melakukan evaluasi apakah yang dilakukannya sudah benar atau tidak begitu juga kliennya. agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara keduanya dan untuk mempererat relasi pertolongannya.
Empati itu artinya dalam artian sempit seorang pekerja sosial harus merasa peduli dan disertai dengan tindakan nyata untuk menolong kliennya. Kepedulian tidak hanya dalam wujud kata-kata, melainkan ada wujud nyatanya dengan memberikan sesuatu
Karena pekerja sosial adalah profesi yang memberdayakan orang lain atau membuat orang lain lebih berdaya, oleh karena itu, sebelum memberdayakan orang lain seorang pekerja sosial harus mampu memberdayakan dirinya sendiri. Untuk menjadi orang yang berdaya (empowered people) seorang pekerja sosial harus selalu positive thingking dan proactive thingking. Maka dari itu psikologi berkaitan dengan pekerja sosial karena psikologi adalah ilmu yang mempelajari diri kita sendiri pada hakekatnya.
Penjelasan Proactive Thingking
Proactive thingking adalah ketika Seseorang mampu membuat pilihan dikala mendapatkan stimulus. Karena diantara stimulus dan respon itu terdapat jeda atau kebebasan untuk memilih.  Seorang yang proaktif dia akan mampu memanfaatkan jeda atau kebebasan untuk memilih sesuatu yang bijak, dan tidak mengedepankan egonya. Menurut Stephen Copey “ ada jeda diantara apa yang menimpa saya dan bagaiamana reaksi saya terhadapnya. Kebalikan dari proactive thingking adalah reactive thingking . Seseorang yang reaktif itu adalah seseorang yang gagal membuat pilihan respon ketika medapatkan stimulus. Maka dari itu kita haruslah menanamkan proactive thingking dalam diri kita karena proactive thingking sangat berguna bagi manusia terutama dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada dalam hidup. Suatu permasalahan yang timbul pastilah memiliki penyebab yang beralasan pula, oleh sebab itu orang yang proactive akan menemukan penyebab tersebut dan akan memperbaikinya, bukannya mengeluh dan menyalahkan keadaan. Setiap permaslahan akan menjadi berat ketika membuatnya menjadi berat karena kita berfikiran reactive. Akan tetapi bagi orang yang proactive thingking masalah akan menjadi ringan karena dia telah menstrukturkan hidupnya dengan tatanan hidup yang positive, sehingga kehidupan yang positive akan selalu bersamanya.

Penjelasan Positive Thingking
Ciri orang yang selalu berfikiran positif, ia akan senantiasa selalu melihat segala macam situasi  dari segi positifnya. Ia adalah orang yang melihat suatu potensi didalam suatu maslah. Sikap Positve thingking ini tentu perlu dimiliki oleh seorang pekerja sosial dalam menghadapi kliennya. Seorang pekerja sosial harus berfikiran postif pada dirinya sendiri ia harus yakin bahwa ia mampu untuk membantu klien menangani masalahnya dan memberdayakannya dan Jangan mudah putus asa dalam menghadapi berbagai macam masalah klien. Seorang yang positive thingking jika mengalami suatu kegagalan dalam menjalani kehidupannya dia tidak akan putus asa atau menyerah pada keadaan , tetapi dia akan menganggap suatu kegagalan itu sebagai suatu kesuksesan yang tertunda. Sehingga ia akan dapat memecahkan masalahnya. Berfikir positif ini dapat dimunculkan dengan mempelajari Psikologi positif karena Psikologi positif merupakan “upaya metodologi ilmiah untuk menemukan dan menyatakan dengan jelas faktor-fator yang mampu mendorong individu, kelompok, organisasi dan masyarakat untuk maju dan berkembang”. (wibowo:2010) Seorang selalu senantiasa berfikir positif karena dia mengatur pikirannya sendiri untuk berfikir positif. Karena kita berkuasa penuh akan diri kita sendiri apakah kita mau selalu semangat,bahagia, sedih,marah ataupun putus asa. Sehingga kita harus selalu dapat mengontrol diri dalam berbagai keadaan.
Sebagaimana kita telah memahami pengertian positive thingking dan proactive thingking dan mengerti kegunaan dari tiap – tiap  sifat tersebut kita akan memasuki bahasan berikutnya. Positive thingking dan proactive thingking sangatlah baik bila ditanamkan sejak usia muda, sebab kedua hal ini akan membentuk karakter orang menjadi dewasa sehingga diusia muda dia telah menjadi orang yang berdaya (empowered people). Bicara dewasa  menurut buku Hery Wibowo (2010) dewasa adalah ketika seseorang menyadari bahwa ia memiliki kebebasan yang seluas-luasnya untuk menentukan segala pemikiran, setiap sikap dan tingkah lakunya, sekaligus ia memiliki pemahaman bahwa ia harus bertanggung jawab terhadap pemikirannya, sikap dan seluruh tingkah lakunya tersebut. Kebebasan bertanggung jawab merupakan 2 kata yang harus digaris bawahi sebab dengan mempelajari ilmu psikologi kita akan mengena diri kita, seperti apakah kita ini? Oleh sebab itu kita akan mulai memahami bagaimana perbuatan yang bertanggung jawab dan mana yang tidak baik.
Psikologi sebagai ilmu yang dapat mengembangkan diri kita, diperoleh dari proses belajar. Di dalam buku Hery Wibowo (2010) terdapat kutipan menarik bahwa hidup memang untuk belajar yaitu belajar untuk mengejar ilmu yang dapat mendekatkan kita kepada sang pencipta. Sebab tidak ada gunanya bila kita hidup didunia ini memiliki banyak ilmu akan tetapi kita menjadi jauh dari Tuhan atau dengan kata lain dia mengedepankan egonya, belajar banyak ilmu untuk dirinya sendiri. Semua yang ada didunia ini memiliki tujuan yang sama suatu saat nanti yaitu menuju kepada sang pencipta, oleh sebab itu penting bagi kita mempelajari ilmu psikologi agar kita mampu mengenal diri kita dan mampu belajar menjadi manusia yang berjiwa manusia, sebab sekarang ini banyak sekali manusia yang berhati bukan manusia karena dia bertindak tidak selayaknya manusia yang hakekatnya memiliki akal budi dan hati nurani.
Dalam psikologi kita diajarkan untuk memahami perilaku atau tingkah laku baik itu sisi dalam (inner self) maupun sisi luar (outer self) orang tersebut. outer self sangat nampak sehingga akan mudah dimengerti dan dilihat oleh orang lain bereda dengan inner self. Misalnya seorang pekerja sosial menolong kliennya dengan profesional dalam memecahkan segala permasalahan kliennya. karena untuk keprofesionalannya seorang pekerja sosial akan selalu terlihat seakan tidak memiliki masalah padahal sebenarnya dia memiliki masalah juga. Karena setiap manusia memiliki pembendaharaan sifat ada yang dominan dan ada yang tidak dominan. Dominansi sifat-sifat pada manusia akan menentukan self expressionnya.Personality traits itu terbagi menjadi empat bagian:
Self consept
Self esteem
Self efficacy
Self monitoring
Yuk belajar di timeline #PsikologiUntukPekerjaanSosial

Kamis, 18 Februari 2016

Pengalaman Hidup

Standard

           
            Manusia tidaklah lepas dari pengalaman, baik itu pengalaman menyenangkan maupun pengalaman yang tidak menyenangkan. Berikut ini saya akan menuliskan sebuah pengalaman yang manan menjadi suatu pengalaman yang merubah pandangan hidup penulis sehingga bisa berada ditempat ini dan pencapaianya saat ini. Ada 5 pengalaman yang akan saya sharingkan saat ini pengalaman pertama
Saya adalah tipe orang yang minder dan sangatlah tertutup sebab saya pernah mengalami traumatik pada saat kecil dimana saya pernah bercerita kepada orang yang dipercaya akan tetapi rahasia itu bocor, sehingga saat itu saat sudah tidak pernah percaya lagi kepada orang karena, yang ada dipikiran saya saat itu adalah malu dan semua orang itu  jahat. Sehingga saya cenderung menjadi orang yang tidak suka berbicara kepada orang lain.
            Pengalaman ini terjadi karena ada faktor sahabat-sahabat saya yang merubah hidup saya. Saya dipilih menjadi ketua makrab. Awalnya kita ingin membuat acara baksos di rumah sakit untuk memperingati kegiatan natal, akan tetapi karena kurangnya waktu acara batal dan acara diubah, saya langsung dipilih jadi ketua acara dan saya harus pidato dan banyak bicara dengan bebrapa guru untuk konsultasi. Mengambil alih kegiatan ini merubah hidup saya menjadi pribadi yang percaya diri karena acaranya sukses dan banyak teman yang bilang pencapaian yang hebat.
            Pengalaman kedua adalah saya ingin bercerita mengenai kehidupan saya yang mana membuat saya belajar mandiri. Kejadiannya saat saya masih kelas 1 SMA dimana waktu itu mendekati penjurusan untuk masuk IPA ataupun IPS. Saya sejak SMP sangatlah minat masuk IPA dan saya sangatlah menggemari belajar biologi dan kimia, tetapi waktu SMA saya menemui guru fisika yang sangatlah tidak mengenakan yang mana membuat saya menjadi lemah dinilai Fisika, dari situ saya waktu itu menyalahkan orang tua saya karena tidak mendukung saya untuk ikut bimbel dan tidak pernah mendukung belajar saya, malah terkesan cuma memberi nasihat yang mana tidak pernah saya dengarkan, hingga suatu saat ulangan tengah semester fisika saya terjelek dan waktu itu saya marah kepada ibu saya dan ibu saya menangis, disitu saya merasa menjadi orang paling durhaka didunia dan menyesali perbuatan saya, walaupun tidak masuk IPA pada akhirnya, saya belajar bahwa saya bisa tanpa bimbel, memang benar nilai saya lumayan stelah itu karena saya terus memacu diri untuk belajar, dan saya juga berjualan kecil-kecilan untuk menambah uang saku.
            Pengalaman ketiga, saya akan menceritakan pengalaman  yang mana mungkin sudah tidak asing, yaitu mencontek. Kejadiannya sama saat saya masih kelas 1 SMA dimana waktu itu ulangan tengah semester, waktu itu malamnya saya fokus belajar pendidikan kewarganegaraan karena saya sangat lemah pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan terkesan menyepelekan pelajaran biologi. Pada hari H semuanya buyar dan saya tidak bisamengerjakan ulangan Biologi, dan saya minta jawaban kepada teman, mungkin saat itu tidak ketahuan akan tetapi keesokan hari nya saya dipanggil guru dan dinasehati, saya sungguh malu saat itu sehingga pengalaman itu memberi saya 2 pelajaran bahwa jangan pernah mencontek dan jangan pernah menyepelekan suatu mata pelajaran.
            Pengalaman Keempat, pengalaman yang mana merubah pandangan saya terhadap sekitar, karena menumbuhkan rasa kepedulian saya terhadap sekitar, pengalaman ini saya dapatkan waktu itu ketika saudara saya sedang mencari kerja, dimana dia sedang menunggu pengumuman hasil wawancara kerja. Dia mengajak saya pergi keluar untuk mencari makan, akan tetapi anehnya waktu itu saudara membungkus nasi yang lebih banyak dari jumlah kami, saya tidak berfikir panjang waktu itu, akan tetapi ternyata dia meminta saya untuk membagikan makanan itu kepada pengemis dan disitu entah mengapa saya merasa bahagia bisa berbagi kepada sesama, dan masalah berbagi ini sekarang menjadi kebiasaaan buat saya yang terus saya lakukan.

            Pengalaman kelima ini saya dapatkan ketika saya Memasuki dunia kuliah dan mulai menekuni lagi Ilmu bela diri Merpati putih, guru saya membuka wawasan saya saat itu bahwa Ilmu Merpati putih mengajarkan kita bahwa musuh terbesar kita adalah diri sendiri, karena sebagian orang yang sudah mampu mengendalikan ilmu biasanya akan lupa akan sesama dan diri, oleh sebab itu untuk mengendalikan ilmu merpati putih kita harus mengendalikan diri dari hawa nafsu dan mulai menata hidup dan selalu dekat yang maha kuasa.

Senin, 15 Februari 2016

Pewarisan Budaya Pendidikan Anak

Standard



Entah faktor apa yang menjadi akar dalam akar permasalahan ini akan tetapi gue yakin orang tua lah yang menjadi dasar semuanya bagaimana anaknya berkembang adalah tanggung jawab orangtuanya akan tetapi setiap orang tua di negeri ini pasti sudah menganggap yang mereka lakukan adalah yang terbaik. Tetapi akan tetapi sudah tepatkah? Sudah bijak kah? Itulah pertanyaan yang dapat saya utarakan. Jujur gue belajar hal ini sudah sejak gue SD, apa yang orang tua gue ajarkan katakan tidak pernah gue tlan bulat-bulat, bukan berati gue durhaka tidak pernah mendengarkan nasehat orang tua, akan tetapi menjadi suatu dilema bagi gue apakah orang tua gue katakan itu benar? Orang tua selalu mengandalkan pengalamannya sebagai bahan acuan mendidik anaknya gue katakan pengalaman adalah guru terbaik, akan tetapi menurut gue kekuatannya hanya 80% sebab 20% nya lagi adalah survei lapangan seiring jaman berkembang pergaulan anak akan berkembang pula. Maka yang akurat 20 tahun lalu belum tentu akurat untuk saat ini. Ketahuilah sebab setiap bibit yang ditanam tidak akan tumbuh sama walaupun perawatannya sama. 
(Tulisan dalam pengembangan) - BVD



ANAK RANTAU DAN ANAK SOK MERANTAU

Standard


          Alkisah suatu sore waktu itu tetangga kamar gue anak Sumatra datang ke kamar gue buat minjem charger hp, lalu sedikit cerita gue tinggal dikamar berdua sama temen gue anak dari daerah Jawa tengah yang lama tinggal di Jawa Barat. Kami jujur saja jarang mengobrol karena jadwal kuliah dan kegiatan padat yang kadang membuat kita pulang larut malam lalu tidur. Dapat dibuat suatu istilah “Kosanku tempat tidurku”
Kami bertiga bercakap mengenai budaya batak asal teman gue itu dan ada suatu hal yang membuat gue tertarik waktu itu yaitu mengenai suatu etika atau apa itu, gue bingung njelasinya tetapi intinya mengenai masalah jati diri, dimana anak lelaki haruslah merantau dan kembali saat dia sukses kelak, mereka merasa malu bila tidak bis memberikan apapun bagi keluarganya. Kurang lebih begitu lah inti pembicaraan yang dapat gue tangkap. Disitu gue sebagai orang jawa yang masih berdomisili di jawa merasa malu karena yang gue pikir gue sudah keren karena mampu keluar dari zona nyaman gue dari Jawa Tengah dan tinggal didaerah baru yang disebut Jawa Barat tidak ada apa-apanya daripada mereka yang pergi dari luar jawa.
          Negara Indonesia Indah karena perbedaanya, sebab yang berbeda bila bertemu akan menjadi suatu cerita yang menarik yang tidak akan habis dibahas dalam hitungan detik. Salah satu alasan gue ngotot untuk kuliah di jawa barat yaitu gue ingin membuka wawasan gue dengan bertemu dengan budaya, etika, pemahaman baru di tempat baru. Sebab gue sendiri jenuh tinggal dijawa tengah bertemu sesama orang jawa tengah, karena gue sendiri merasa tidak terpacu dan cenderung ingin hidup biasa saja seperti sewajarnya.
          Dari beberapa bacaan yang gue baca dari berbagai sumber, gue menemukan suatu hal yang menarik dari remaja di luar negri dimana mereka memiliki kemandirian yang tinggi, di usia muda sebagian dari mereka sudah mampu menghasilkan uang sendiri dan bahkan sudah tidak tergantung orang tua mereka. Di Negeri ini memang banyak anak muda yang kreatif dan mampu seperti itu akan tetapi presentasenya  sangatlah kecil, dari jutaan penduduk negeri ini, bila dilihat usia remaja yang sudah produktif sangatlah kecil.

          Orang tualah yang sangat berperan dalam hal ini, (mengenai pendidikan anak akan gue bahas di artikel berikutnya). Bagaimana orang tua itu mengarahkan dan memberikan ketrampilan anaknya adalah faktor yang menentukan hal ini. Dalam hal ini kaitan nya dengan judul artikel ini adalah bahwa ada perbedaan pola ajar antara orang tua gue, dengan orang tua mereka.
(Tulisan belum selesai) - BVD

Diary Seorang Backpacker

Standard

Liburan gue dimulai tertanggal 21 Desember 2015, jujur gue orangnya gak pernah merasa homesick, "Dimana tanah diinjak disitulah tempat tinggalmu". Gue sekarang berdomisili di daerah Jatinangor.  Dan gue merasa nyaman selama ini tinggal di tempat ini. Mengapa gue nggak pernaah Homesick alasannya, gue belajar dari temen gue anak-anak perantau dari Papua dan dari Sumatra. Mereka berkata bahwa mereka akan pulang saat mereka sudah sukses dan mampu memberi kontribusinya bagi daerah mereka. Oh God gue terharu saat temen gue bilang gitu. 

Gue sebagai orang jawa merasa malu mendengar hal itu. Gue sebagai orang jawa merasa cukup dimanjakan akibat pembangunan infrastruktur yang sangat maju, tapi gue kok merasa belum bisa memberikan sesuatu yang baik bagi daerah gue di daerah Magelang sana. Seperti pepatah mencari Ilmu hingga ke negeri cina yang gue maksud adalah gue sekarang menanamkan bahwa gue harus terus belajar agar kelak menjadi orang yang mampu membanggakan negeri ini.

            Masalah pandangan gue ini bakal gue bahas di postingan selanjutnya soalnya bakal panjang kalau gue jelasin semua di postingan ini. Oke gue bakal kembali ke topik mengenai liburan gue yang super banget. Gue pulang bersama keluarga tanggal 5 januari  2016 naik mobil dan kita tiba di  Magelang jam 00.30. gue isi liburan gue untuk istirahat dirumah setelah kuliah gue yang padat banget. Gue hampir tidur jam 1 malam tiap harinya. Gue seneng diliburan ini gue bisa kumpul sama temen-temen gue yang agak geser otaknya hahaha..... (Thanks Yanuar, Felian, Flo, Novita, dan Nida The best lah)

          Beberapa hal yang ingin gue share adalah tempat yang menurut gue menarik. Pertama yang ingin gue share adalah soal kuliner/makanan. Pertama  Mie ayam bangka TPR Muntilan, dengan 10 ribu rupiah loe gabakal nyesel dengan harganya, karena mie ayam ini sangat recomended buat loe. Selain itu moccachino chincau kauman muntilan (markas besar) adalah tempat “selonjor” yang menarik untuk melepas dahaga saat haus setelah dahaga perjalanan jauh dari Jogja (Thanks Yanuar gue diculik diajak ke Daa UGM buat ambil ktmnya walaupun hasilnya nihil karena lupa bawa legalisir Ijasah wkwkwkwk). Ada pula para pecinta tongseng, gulai dan lain sebagainya ada tempat yang cocok untuk anda coba, yaitu tongseng Bu Warti yang berada di pasar muntilan. Walaupun harganya lumayan untuk kantong mahasiswa buat gue, tapi gaakan nyesel karena rasanya yang sangat super. (setahun sekali lah gak papa hehehehe....) 1 porsinya 35 ribu untuk tongseng sapi tanpa pete ya gengs wkwkwkw. Gambar nanti gue kirim menyusul karena masih ada di HP maaf. Ada markas besar yang belum sempat kamikunjungi karena keterbatasan waktu dan biaya, hehehe yaitu adalah Nasi padang Bungo palo yang terletak di daerah mlati sleman. Oh iya kalau kalian lewat sleman (jalan magelang jogja) dan kalian melewati lapangan dengung, disini ada jajanan yang cocok untuk bersantai gengs, disana ada batagor dan es oyen yangcukup murah dan enak, hehehe es oyen nyasangat menyegarkan (Btw penulis ketagihan dan waktu itupun penulis habis 2 mangkok).
         
          Sekian hal-hal absurd yang dapat penulis bagikan di postingan kali ini, makasih sudah membaca, dan mohon maaf atas kata-kata yang kurang berkenan (gue suka berbagi cerita humor, jadi mohon maaf tulisan gue jadi agak ga jelas hehehe....).-Bonavandera

LGBT

Standard

          
  Sudah tidak asing kita mendengar istilah LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender). Banyak kasus belakangan iniyang menjadikan masalah LGBT ini menjadi headline beberapa berita di media cetak maupun online dan selalu menjadi perdebatan yang menarik untuk dibahas dibeberapa forum media online. Banyak orang menyayangkan mengapa kaum LGBT ini berkembang pesat di Indonesia yang sangat menjunjung kearifan lokal.
Kaum LGBT ini sekarang sudahlah banyak dan sudah tidak malu lagi menunjukan jati diri mereka di negeri ini, dari kalangan artis hingga rakyat biasa. Sebenarnya kasus LGBT ini bukanlah hal baru kita kenal sosok Dorce yang sudah tidak asing karena seringnya ia tampil di televisi. Dorce merupakan salah satu tokoh yang mana melakukan operasi transgender menjadi seorang wanita.
Dari kacamata medis maupun agama, jelas LGBT ini merupakan sebuah penyimpangan oleh karenanya banyak orang yang membenci, mengucilkan bahkan membully para kaum LGBT ini. Padahal seharusnya kita mampu berfikir bijak menghadapi masalah LGBT ini, sebab dijelaskan secara medis bahwa kaum LGBT ini merupakan orang yang memiliki hormon dan otak yang berbeda dengan orang awam oleh sebab itu akan sulit dipahami oleh orang awam. Sehingga harus dapat kita maklumi keberadaanya. Di Indonesia kaum LGBT ini sering mendapatkan pelanggaran HAM, kita ketahui bahwa kaum LGBT ini tetaplah manusia dan beradab di mata hukum, walaupun ditentang keras beberapa aliran Agama. Dimata hukum semua manusia sama dan mendapatkan perlakuan yang sama begitu pula dalam menerima hak asasi.
            Bagi sebagian orang kaum LGBT ini sangatlah menjijikan dan merupakan penyakit menular yang harus dihentikan akan tetapi ada  penelitian yang menunjukan bahwa LGBT ini bukanlah sebuah penyakit menular karena pada umumnya menjadi seorang LGBT adalah sebuah pilihan yang bebas dipilih oleh siapapun berdasarkan cara pikirnya sendiri. Cara pikir setiap orang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor mulai dari proses perkembangan seseorang hingga faktor lingkungan di luar dirinya. Faktor traumatik terhadap lawan jenis juga merupakan salah satu penyebab mengapa orang menjadi kaum LGBT
Sekarang banyak kaum Homoseksual yang melakukan pernikahan (sesama jenis) padahal mengambil pilihan untuk menjadi LGBT membuat seseorang juga harus menerima berjuta risiko, salah satu risikonya adalah berkaitan dengan transmisi HIV/AIDS. Kaum LGBT memiliki tingkat penularan HIV/AIDS paling tinggi dan kita ketahui melakukan hubungan homoseksual membuat mereka tidak dapat menghasilkan keturunan sebab secara fisiologis alat reproduksi tubuh lainnya pun saling melengkapi antara pria dan wanita.
LGBT merupakan bentuk penyimpangan layaknya para pecandu narkoba, mereka berhak mendapatkan rehabilitasi dan pelayanan kejiwaan, bukanya cacian bahkan kekerasan. - BVD

Jumat, 12 Februari 2016

Aku Untuk Indonesia

Standard


            Sebagai mahasiswa perguruan tinggi kita diharapkan dapat memberikan kontribusi yang mana mapu membantu negara ini untuk terus berlanjut. Salah saru hal yang dapat mahasiswalakukan biasanya adalah belajar mendapat IPK tinggi, akan tetapi itu bukanlah yang diharapkan, dibalik itu pemerintah memerlukan hasil nyata kita, tidak hanya berwujud benda akan tetapi bisa jadi dalam bentuk jasa/ pelayanan. Dalam hal pelayanan banyak sekali hal yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa. Kita diberikan banyak Ilmu oleh dosen kita dan kita biasanya akan dituntut untuk mengaplikasikan ilmu dari dosen kita tetapi kita dapat pula menurunkan Ilmu yang kita dapat kepada sesama atau dengan kata lain kita ikut mengajar. Banyak Mahasiswa yang diluar kuliahnya melakukan pekerjaan ini, walaupun sebenarnya tujuannya adalah untuk menambah uang saku akan tetapi secara tidak langsung kita telah belajar bagaimana menghargai para pahlawan bangsa ini yang telah berjuang merebut kemerdekaan bangsa ini.
Bung karno berkata “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Anak – anak sekarang sudah mulai melupakan bangsanya sendiri dan ikut terseret arus globalisasi yang kuat, mereka bahkan sudah tidak mengenal budaya dan bangsa mereka sendiri dan yang ditakutkan mereka sudah lupa akan sejarah bangsa ini merdeka dan berdiri saat ini, sehingga mereka dapat makan dan minum dengan santai saat ini. Sebagai mahasiswa tugas kita untuk mulai menanamkan hal ini kepada diri kita terlebih dahulu lalu baru kita terapkan untuk mengajari orang lain dimulai dari anak- anak kecil di sekitar kita, bahwa semua kemerdekaan yang mereka rasakan saat ini bukanlah kemerdekaan yang gratis, mereka harus membayarnya. Membayar disinidalam artian dengan mencintai negara ini lebih sungguh. Dengan budaya tertib dan mencintai alam adalah hal yang paling tepat, karena faktanya saat ini sudah banyak orang yang melupakannya.Walaupun kecil tapi bila dilakukan dengan sungguh – sungguh akan menghasilkan dampak positif yang besar.
Bicara Indonesia tidak lah cukup diceritakan dalm film berdurasi 1 jam ataupun  essay singkat 500 kata karena luasnya Negeri ini baik geografisnya maupun keadaan non fisiknya. Keadaan non fisik disini bermaksud keadaan budaya maupun keadaan sosialnya yang mana masih memiliki beberapa kekurangan yang mana harus diselesaikan hingga ke akar-akarnya karena tidak bisa dipotong dari batangnya, sebab akarnya begitu kuat dan subur. Budaya buang sampah sembarangan menyerobot antrian ketertiban lalu lintas contoh nyatanya, kita dapat melihatnya langsung bentuk-bentuk pelanggaran tersebut di kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan penanaman kesadaran kepada masyarakat Kita dengan memulai menanamkannya pada diri kita sendiri. Oleh sebab itu hal yang ingin saya lakukan adalah mulai menanamkan hal ini kepada masyarakat dengan berbagai pendidikan dengan terjun langsung ke masyarakat.

 Dalam kuliah yang saya ambil saat ini saya sudah dibekali beberapa skill yang menbantu saya bagaimana membangun dialog dengan masyarakat, sehingga memberikan pemahaman tentang budaya tertib dan mencintai alam bukanlah hal yang mustahil. Sebagai mahasiswa perguruan tinggi negri sungguh disayangkan bila kita tidak memiliki keunggulan atau kelebihan dari mahasiswa perguruan tinggi lain. Dengan mulai melakukan kerja nyata yang merupakan pengaplikasian dari kuliah yangkita terima, kita sebenarnya sudah melakukan pengaplikasian tersebut. Kita harus sudah mulai berfikir akan hal itu, dan sudah terfikirkan dibenak penulis bahwa akan terus berkontribusi bagi bangsa ini dengan mulai mengajarkan budaya tertib dan mencintai alam seperti yang tadi sudah diutarakan karena hal ini lah yang sangatlah vital untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di negeri ini seperti korupsi, banjir dan lain sebagainya.- Bonaventura Andhikaputra