Jumat, 12 Februari 2016

Aku Untuk Indonesia

Standard


            Sebagai mahasiswa perguruan tinggi kita diharapkan dapat memberikan kontribusi yang mana mapu membantu negara ini untuk terus berlanjut. Salah saru hal yang dapat mahasiswalakukan biasanya adalah belajar mendapat IPK tinggi, akan tetapi itu bukanlah yang diharapkan, dibalik itu pemerintah memerlukan hasil nyata kita, tidak hanya berwujud benda akan tetapi bisa jadi dalam bentuk jasa/ pelayanan. Dalam hal pelayanan banyak sekali hal yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa. Kita diberikan banyak Ilmu oleh dosen kita dan kita biasanya akan dituntut untuk mengaplikasikan ilmu dari dosen kita tetapi kita dapat pula menurunkan Ilmu yang kita dapat kepada sesama atau dengan kata lain kita ikut mengajar. Banyak Mahasiswa yang diluar kuliahnya melakukan pekerjaan ini, walaupun sebenarnya tujuannya adalah untuk menambah uang saku akan tetapi secara tidak langsung kita telah belajar bagaimana menghargai para pahlawan bangsa ini yang telah berjuang merebut kemerdekaan bangsa ini.
Bung karno berkata “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Anak – anak sekarang sudah mulai melupakan bangsanya sendiri dan ikut terseret arus globalisasi yang kuat, mereka bahkan sudah tidak mengenal budaya dan bangsa mereka sendiri dan yang ditakutkan mereka sudah lupa akan sejarah bangsa ini merdeka dan berdiri saat ini, sehingga mereka dapat makan dan minum dengan santai saat ini. Sebagai mahasiswa tugas kita untuk mulai menanamkan hal ini kepada diri kita terlebih dahulu lalu baru kita terapkan untuk mengajari orang lain dimulai dari anak- anak kecil di sekitar kita, bahwa semua kemerdekaan yang mereka rasakan saat ini bukanlah kemerdekaan yang gratis, mereka harus membayarnya. Membayar disinidalam artian dengan mencintai negara ini lebih sungguh. Dengan budaya tertib dan mencintai alam adalah hal yang paling tepat, karena faktanya saat ini sudah banyak orang yang melupakannya.Walaupun kecil tapi bila dilakukan dengan sungguh – sungguh akan menghasilkan dampak positif yang besar.
Bicara Indonesia tidak lah cukup diceritakan dalm film berdurasi 1 jam ataupun  essay singkat 500 kata karena luasnya Negeri ini baik geografisnya maupun keadaan non fisiknya. Keadaan non fisik disini bermaksud keadaan budaya maupun keadaan sosialnya yang mana masih memiliki beberapa kekurangan yang mana harus diselesaikan hingga ke akar-akarnya karena tidak bisa dipotong dari batangnya, sebab akarnya begitu kuat dan subur. Budaya buang sampah sembarangan menyerobot antrian ketertiban lalu lintas contoh nyatanya, kita dapat melihatnya langsung bentuk-bentuk pelanggaran tersebut di kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan penanaman kesadaran kepada masyarakat Kita dengan memulai menanamkannya pada diri kita sendiri. Oleh sebab itu hal yang ingin saya lakukan adalah mulai menanamkan hal ini kepada masyarakat dengan berbagai pendidikan dengan terjun langsung ke masyarakat.

 Dalam kuliah yang saya ambil saat ini saya sudah dibekali beberapa skill yang menbantu saya bagaimana membangun dialog dengan masyarakat, sehingga memberikan pemahaman tentang budaya tertib dan mencintai alam bukanlah hal yang mustahil. Sebagai mahasiswa perguruan tinggi negri sungguh disayangkan bila kita tidak memiliki keunggulan atau kelebihan dari mahasiswa perguruan tinggi lain. Dengan mulai melakukan kerja nyata yang merupakan pengaplikasian dari kuliah yangkita terima, kita sebenarnya sudah melakukan pengaplikasian tersebut. Kita harus sudah mulai berfikir akan hal itu, dan sudah terfikirkan dibenak penulis bahwa akan terus berkontribusi bagi bangsa ini dengan mulai mengajarkan budaya tertib dan mencintai alam seperti yang tadi sudah diutarakan karena hal ini lah yang sangatlah vital untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di negeri ini seperti korupsi, banjir dan lain sebagainya.- Bonaventura Andhikaputra

0 komentar:

Posting Komentar