Senin, 15 Februari 2016

ANAK RANTAU DAN ANAK SOK MERANTAU

Standard


          Alkisah suatu sore waktu itu tetangga kamar gue anak Sumatra datang ke kamar gue buat minjem charger hp, lalu sedikit cerita gue tinggal dikamar berdua sama temen gue anak dari daerah Jawa tengah yang lama tinggal di Jawa Barat. Kami jujur saja jarang mengobrol karena jadwal kuliah dan kegiatan padat yang kadang membuat kita pulang larut malam lalu tidur. Dapat dibuat suatu istilah “Kosanku tempat tidurku”
Kami bertiga bercakap mengenai budaya batak asal teman gue itu dan ada suatu hal yang membuat gue tertarik waktu itu yaitu mengenai suatu etika atau apa itu, gue bingung njelasinya tetapi intinya mengenai masalah jati diri, dimana anak lelaki haruslah merantau dan kembali saat dia sukses kelak, mereka merasa malu bila tidak bis memberikan apapun bagi keluarganya. Kurang lebih begitu lah inti pembicaraan yang dapat gue tangkap. Disitu gue sebagai orang jawa yang masih berdomisili di jawa merasa malu karena yang gue pikir gue sudah keren karena mampu keluar dari zona nyaman gue dari Jawa Tengah dan tinggal didaerah baru yang disebut Jawa Barat tidak ada apa-apanya daripada mereka yang pergi dari luar jawa.
          Negara Indonesia Indah karena perbedaanya, sebab yang berbeda bila bertemu akan menjadi suatu cerita yang menarik yang tidak akan habis dibahas dalam hitungan detik. Salah satu alasan gue ngotot untuk kuliah di jawa barat yaitu gue ingin membuka wawasan gue dengan bertemu dengan budaya, etika, pemahaman baru di tempat baru. Sebab gue sendiri jenuh tinggal dijawa tengah bertemu sesama orang jawa tengah, karena gue sendiri merasa tidak terpacu dan cenderung ingin hidup biasa saja seperti sewajarnya.
          Dari beberapa bacaan yang gue baca dari berbagai sumber, gue menemukan suatu hal yang menarik dari remaja di luar negri dimana mereka memiliki kemandirian yang tinggi, di usia muda sebagian dari mereka sudah mampu menghasilkan uang sendiri dan bahkan sudah tidak tergantung orang tua mereka. Di Negeri ini memang banyak anak muda yang kreatif dan mampu seperti itu akan tetapi presentasenya  sangatlah kecil, dari jutaan penduduk negeri ini, bila dilihat usia remaja yang sudah produktif sangatlah kecil.

          Orang tualah yang sangat berperan dalam hal ini, (mengenai pendidikan anak akan gue bahas di artikel berikutnya). Bagaimana orang tua itu mengarahkan dan memberikan ketrampilan anaknya adalah faktor yang menentukan hal ini. Dalam hal ini kaitan nya dengan judul artikel ini adalah bahwa ada perbedaan pola ajar antara orang tua gue, dengan orang tua mereka.
(Tulisan belum selesai) - BVD

0 komentar:

Posting Komentar